Senin, 15 November 2021

Dajjal , Ya’juj Ma’juj dan Turunnya Nabi Isa sebelum kiamat

Hadits riwayat Nawas bin Sam’an Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menyebut hal dajjal. Beliau merendahkan dan meninggikan suaranya sehingga kami merasa seakan-akan dekat dengan sekumpulan lebah (kurang jelas kedengarannya). Setelah kami bertemu nabi diwaktu petang beliau mengetahui keadaan kami (ada sesuatu yang hendak ditanyakan). Lalu beliau bertanya : Kalian mempunyai urusan apa? Kami menjawab: Ya Rasulullah! Engkau menceritakan hal dajjal tadi pagi. Engkau merendahkan dan meninggikan suaramu, sehingga kami merasa seakan-akan dekat dengan kumpulan lebah. Beliau berkata: Selain dajjal ada yang lebih aku cemaskan bahayanya terhadap kalian. Kalau dajjal muncul dan aku masih bersama kalian, tentu aku yang akan mempertahankan kamu terhadapnya. Dan kalau aku dia datang dan aku tidak ada bersama kalian, maka setiap orang membela dirinya sendiri dan Allah penggantiku mempertahankan setiap orang muslim. Sesunguhnya dajjal itu seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya, matanya celek, seolah-olah aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qattan. Siapa diantara kalian yang mendapatinya, hendaklah membaca permulaan surat Al Kahfi. Sesungguhnya dia akan keluar disuatu tempat antara Irak dan Syam (Siria). Lalu dia merusak kesebelah kanan dan kiri. Hai hamba Allah, teguhkanlah pendirianmu!. Kami bertanya : Ya Rasulullah! Berapa lamanya dia tinggal dibumi ini? Beliau menjawab: Empat puluh hari. Ada hari yang sama dengan setahun, ada yang sama dengan sebulan, ada yang sama dengan sepekan dan selebihnya hari yang sama dengan hari biasa. Kami bertanya: Ya Rasulullah ! Dihari yang sama dengan setahun itu, cukupkah untuk kami sholat satu hari (lima kali)? Beliau menjawab: Tidak ! Kalian perkirakan saja ukurannya! Kami bertanya: Ya Rasulullah! Berapa kecepatannya berjalan dibumi? Beliau menjawab: Seperti hujan yang dihalau angin. Maka datanglah dajjal kepada suatu kamu, menyeru mereka, lalu kaum itu beriman (percaya) kepadanya dan memperkenankan seruannya. Diprintahkannya langit menurunkan hujan, lalu hujan turun. Diperintahkannya bumi supaya menumbuhkan, lalu tumbuh tanam-tanaman. Diwaktu petang, ternak mereka pulang lebih gemuk dari biasanya, susunya besar-besar dan cukup kenyang. Kemudian dia mendatangi suatu kaum yang lain, menyampaikan seruannya kepada mereka tetapi kaum itu menolak seruannya. Lalu dia berangkat meninggalkan mereka. Besak paginya negeri itu menjadi kering dan kejayaan mereka hilang tanpa bekas. Dajjal melewati suatu tanah yang lengang, lau dia berkata: Keluarkanlah kekayaanmu! Lalu kekayaan negeri itu mengikuti dajjal, seperti raja lebah (diikuti kumpulan lebah). Kemudian dipanggilnya seorang lelaki yang masih remaja lalu dibacoknya dengan pedang sampai terbelah dua terlempar sejauh anak panah yang dipanahkan. Lalu dipanggilnya pemuda itu, dia datang menghadap dengan wajah yang berseri-seri, tertawa lebar. Dalam keadaan sedemikian itu, Allah mengutus Isa anak Maryam. Dia turun dekat menara putih, sebelah timur Damaskus,memakai dua pakaian yang berwarna, meletakkan kedua tangannya diatas sayap dua orang malaikat. Apabila dia menganggukkan kepalanya, kelihatan ada tetesan. Dan apabila dia mengangkat kepalanya, kelihatan putih berkilat bagai mutiara. Setiap orang kafir yang mencium bau nafas Nabi Isa, ditimpa kematian. Nafasnya (bau nafasnya) mencapai sejauh pandangan matanya. Isa mengejar dajjal sampai ditemuinya dipintu negeri Lud, lalu dibunuhnya. Kemudian suatu kaum yang dipelihara Allah dari tipuan dajjal datang menemui Isa anak Maryam. Lalu diusapnya muka mereka dan diceritakan kepada mereka tingkat kediaman mereka disurga. Dalam keadaan demikian Allah mewahyukan kepada Isa: Sesungguhnya Aku mengeluarkan hamba-hambaKu yang tidak ada seorangpun yang mampu untuk memeranginya. Maka bawalah mereka kesuatu bukit. Setelah itu Allam mengirim Ya’juj ma’juj, mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi. Barisan awal mereka melalui Tibris, lalu mereka minum air danau itu sampai habis. Kemudian barisan yang belakang lewat juga disitu, lalu mereka mengucapkan : Sesungguhnya disini dulunya pernah ada air. Nabi Isa dan kawan-kawannya terkepung (sampai kekurangan makanan) sehingga sebuah kepala sapi bagi masing-masing mereka lebih berharga dari seratus dinar bagi setiap orang dihari itu. Maka Isa dan kawan-kawannya berdo’a (supaya Ya’juj ma’juj binasa). Lalu Tuhan mengirim kepada mereka penyakit hidung pada kendaraan ya’juj ma’juj, maka mereka mati sekaligus diwaktu paginya. Kemudian Nabi Isa dan kawan-kawannya turun dari bukit kedalam negeri dan didapatinya tidak ada tempat terluang sedikitpun, melainkan telah penuh oleh bangkai busuk. Maka nabi Isa dan kawan-kawannya berdo’a kepada Allah, lalu Allah mengirim burung-burung sebesar onta, maka mereka membawa pergi bangkai-bangkai itu dan dilemparkannya ketempat yang dikehendaki Allah, kemudian Allah menurunkan hujan lebat yang tidak membiarkan tinggal sebuah rumahpun ayng terbuat dari tanah liat dan bulu onta, maka disiramnya bumi sehingga bersih seperti kaca. Sesudah itu Allah memerintah kepada bumi: Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu! Maka diwaktu itu, sekumpulan orang bisa kenyang dengan memakan sebuah buah delima dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya. Rejeki mereka memperoleh berkah, sehingga seekor onta yang sedang bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang yang sangat banyak dan seekor sapi yang sedang bunting cukup mengenyangkan suatu suku dan seekor kambing yang sedang bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang.. Dalam keadaan demikian Allah mengirimkan angin yang harum melalui ketiak mereka. Maka diambilnya nyawa setiap orang yang beriman dan setiap orang muslim. Maka tinggallah orang-orang jahat, bercampur-baur seperti bercampurnya keledai (tidak tahu malu dan sopan-santun). Maka terjadilah kiamat atas mereka.

Dajjal dan Ciri-cirinya

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis “kaaf”, “faa”, “raa”. عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اَلدَّجَّالُ أَعْمَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى. جَفَّالُ الشَّعْرِ. مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ. فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ Hadits riwayat Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : َلأَنَا أَعْلَمُ بِمَا مَعَ الدَّجَّالِ مِنْهُ. مَعَهُ نَهْرَانِ يَجْرِيَانِ. أَحَدُهُمَا، رَأْىَ الْعَيْنِ، مَاءٌ أَبْيَضُ. وَاْلآخَرُ، رَأْىَ الْعَيْنِ، نَارٌ تَأَجَّجُ. فَإِمَّا أَدْرَكَنَّ أَحَدٌ فَلْيَأْتِ النَّهْرَ الَّذِي يَرَاهُ نَارًا وَلْيُغَمِّضْ. ثُمَّ لَيَطَأْطَئُ رَأْسَهُ فَيَشْرِبُ مِنْهُ. فَإِنَّهُ مَاءٌ بَارِدٌ. وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوْحُ الْعَيْنِ. عَلَيْهَا ظَفْرَةٌ غَلِيْظَةٌ. مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ. يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٌ، كَاتِبٍ وَغَيْرُ كَاتِبٍ Hadits riwayat Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari dajjal sendiri tentang apa yang ada padanya. Dia mempunyai dua sungai yang mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut pandangan mata adalah api yang bergejolak. Oleh karena itu kalau seseorang mendapatinya hendaklah dia mendekati sungai yang kelihatannya api. Hendaklah dia memicingkan matanya, kemudian menekurkan kepalanya lalu minumlah darinya karena itu adalah air yang sejuk. Sesungguhnya dajjal itu matanya ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis diantara dua matanya (dikeningnya) tulisan “kafir”. Setiap orang mukmin bisa membacanya baik yang pandai menulis maupun yang tidak. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَلاَ أَخْبَرُكُمْ عَنِ الدَّجَّالِ حَدِيْثًا مَا حَدَثَهُ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؟ إِنَّهُ أَعْوَرُ. وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ مِثْلَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ. فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ، هِيَ النَّارُ. وَإِنِّي أَنْذَرْتُكُمْ بِهِ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحُ قَوْمَهُ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya

Ibnu Shayyad dikira Dajjal

Hadis Hari Akhir Ibnu Shayyad dikira Dajjal عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَمَرَرْنَا بِصِبْيَانِ فِيْهِمْ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَفَرَّ الصِّبْيَانُ وَجَلَسَ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَكَأَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَرَهَ ذَلِكَ. فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : تَرِبَتْ يَدَاكَ. أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلَ اللهِ؟. فَقَالَ: لاَ. بَلْ تَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: ذَرْنِي. يَا رَسُوْلَ اللهِ! حَتَّى أَقْتُلُهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنْ يَكُنِ الَّذِي تَرَى، فَلَنْ تَسْتَطِيْعَ قَتْلَهُ Hadits riwayat Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Kami bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kami bertemu dengan beberapa orang anak-anak, mereka bersama Ibnu Shayyad, anak-anak tadi lari semuanya dan Ibnu Shayyad tetap duduk. Sepertinya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kurang menyukai hal tersebut. Maka Nabi berkata kepadanya : Kiranya engkau beruntung! Adakah engkau mengakui, bahwa aku adalah Rasulullah? Jawabnya: Tidak! Melainkan engkau yang harus mengakui bahwa aku Rasulullah. Lalu Umar bin Khattab berkata: Biarkan aku Ya Rasulullah membunuhnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Kalau seandainya dia benar apa yang engkau duga, tentu engkau tidak akan bisa membunuhnya. عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ؛ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ اِنْطَلَقَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ. وَقَدْ قَارَبَ اِبْنَ صَيَّادٍ، يَوْمَئِذٍ، اَلْحِلْمَ. فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ظَهْرَهُ بِيَدِهِ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ِلاِبْنِ صَيَّادٍ : أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلُ اللهِ؟. فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ اْلأُمِّيِّيْنَ. فَقَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلُ اللهِ؟ فَرَفَضَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَقَالَ : آمَنْتُ بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ. ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَاذَا تَرَى؟. قَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ: يَأْتِيْنِي صَادِقٌ وَكَذَّابٌ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : خَلَطَ عَلَيْكَ اْلأَمْرُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيْئًا. فَقَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ : هُوَ الدُّخُ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَخْسَأُ. فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: ذَرْنِي. يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَضْرِبُ عُنُقَهُ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلِّطَ عَلَيْهِ. وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ وَقَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِاللهِ: سَمِعْتُ عَبْدَاللهِ بْنِ عُمَرَ يَقُوْلُ: اِنْطَلَقَ بَعْدَ ذَلِكَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ اَْلأَنْصَارِيُّ إِلَى النَّخْلِ الَّتِي فِيْهَا اِبْنُ صَيَّادٍ. حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَلنَّخْلَ، طَفَقَ يَتَّقِي بِجُذُوْعِ النَّخْلِ. وَهُوَ يَخْتَلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنْ اِبْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا، قِبَلَ أَنْ يَرَاهُ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَرَآهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى فِرَاشٍ فِي قَطِيْفَةٍ، لَهُ فِيْهَا زَمْزَمَةٌ. فَرَأَتْ أَمُّ ابْنِ صَيَّادٍ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوْعِ النَّخْلِ. فَقَالَتْ ِلاِبْنِ صَيَّادٍ: يَا صَافُ! (وَهُوَ اِسْمُ اِبْنُ صَيَّادٍ) هَذَا مُحَمَّدٌ. فَثَارَ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لَوْ تَرَكَتْهُ بَيَّنَ. قَالَ سَالِمٌ: قَالَ عَبْدُاللهِ بْنِ عُمَرَ: فَقَامَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ. ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي َلأُنْذِرُكُمُوْهُ. مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ. لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ. وَلَكِنْ أَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلُّهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ. تَعْلَمُوْا أَنَّهُ أَعْوَرَ. وَأَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma : Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia balig. Ia tidak merasa kalau ada Nabi Shallallahu alaihi wassalam sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah? Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf. Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Beliau menolaknya dan bersabda: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: Apa yang kamu lihat? Ibnu Shayyad berkata: Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Perkara ini telah menjadi kabur bagimu. Lalu Rasulullah melanjutkan: Aku menyembunyikan sesuatu untukmu. Ibnu Shayyad berkata: Asap. Beliau bersabda: Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu! Umar bin Khathab berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya! Beliau bersabda: Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia. Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata: Sesudah demikian, Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun korma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon korma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam yang sedang bersembunyi di balik batang pohon korma lalu menyapa Ibnu Shayyad: Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad! Lalu bangunlah Ibnu Shayyad. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia. Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut. Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta

Sepuluh Tanda Kiamat

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallallahu alaihi wassalam datang kepada kami dan kami sedang memperbincangkan sesuatu. Nabi bertanya: “Apakah yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab : “Kami memperbincangkan hal kiamat.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya. Lalu beliau menyebut: Asap (kabut), Dajjal , binatang besar, matahari terbit dari tempat terbenamnya, turunnya Isa anak Maryam Shallallahu alaihi wassalam, ya’juj ma’juj, tiga kali gerhana: sekali ditimur, sekali dibarat, sekali dijazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari negeri Yaman menghalau orang banyak ketempat mereka berkumpul.

Terjadinya Perang Saudara dan Dua dari Tiga Do’a Yang di Qabulkan Allah

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda : Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi dalam bentuk kecil, lalu aku dapat melihat negeri-negeri timur dan barat. Dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya kenegeri-negeri yang diperlihatkan kepadaku. Dan diberikan kepadaku dua gudang penyimpanan yang berwarna merah dan putih. Dan sesungguhnya aku meminta kepada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakanNya dengan kemarau yang merata dan tidak dikuasakan kepada mereka musuh dari luar bangsa mereka sendiri lalu musuh itu menghancurkan kekuatan (kekuasaan) mereka. Dan sesungguhnya Tuhanku berfirman: “Hai Muhammad! Sesungguhnya Aku, apabila sudah mengambil keputusan, maka sesungguhnya itu tidak dapat ditolak. Dan sesungguhnya Aku memberikan memberikan untuk umatmu bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan kemarau yang merata dan tidak akan menguasakan kepada mereka musuh dari luar bangsa mereka sendiri yang akan menghancurkan kekuatan mereka, walaupun telah berkumpul menghadapi mereka dari segala penjuru. Hanyalah mereka akan membinasakan sesamanya dan mereka menawan sesamanya (perang saudara) عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيْهِ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَقْبَلَ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْعَالِيَةِ. حَتَّى إِذَا مَرَّ بِمَسْجِدِ بَنِي مُعَاوِيَةَ، دَخَلَ فَرَكَعَ فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ. وَصَلَّيْنَا مَعَهُ. وَدَعَا رَبَّهُ طَوِيْلاً. ثُمَّ اِنْصَرَفَ إِلَيْنَا. فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: سَأَلْتُ رَبِّي ثَلاَثًا. فَأَعْطَانِي ثَنَتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً. سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيْهَا. وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرْقِ فَأَعْطَانِيْهَا. وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا Hadits riwayat Amir bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhuma , dari bapaknya, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada suatu hari datang dari tempat ketinggian. Setelah sampai di Masjid Mu’awiyah beliau masuk dan sholat dua rekaat dan kami juga melakukan sholat bersama beliau. Beliau berdo’a dengan do’a yang panjang, lalu beliau menghadap kepada kami, dan bersabda: Aku meminta kepada Tuhan tiga hal, tetapi diberiNya dua dan yang satu tidak di kabulkanNya. Aku memohon kepada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakan dengan kemarau lalu dikabulkanNya. Dan aku memohon kepada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakan dengan ditenggelamkan (banjir), lalu dikabulkanNya. Aku memohon kepada Tuhanku jangan terjadi peperangan antara sesame umatku dan itu tidak diperkenankanNya. []

Kejadian-Kejadian Sebelum Datang Hari Kiamat

Hadis Hari Akhir Kejadian-Kejadian Sebelum Datang Hari Kiamat عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ. وَتَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ. وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ. قَالُوْا: وَمَا الْهَرَجُ؟ يَا رَسُوْلَ اللهِ! قَالَ: اَلْقَتْلُ. اَلْقَتْلُ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُحْسِرُ الْفُرَّاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ. يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ. فَيَقْتُلُ مِن كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ. وَيَقُوْلُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُوْنُ أَنَا الَّذِي أَنْجُوْ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ، تُضِئُ أَعْنَاقَ اْلإِبِلِ بِبُصْرى Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Basrah. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ. حَوْلَ ذِي الْخَلَصَةِ. وَكَانَتْ صَنَمًا تَعْبُدُهَا دَوْسٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِتَبَالَةَ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرُّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوْقُ النَّاسُ بِعَصَاهُ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seorang lelaki muncul dari Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ الْمَجَانُ الْمُطْرِقَةُ. وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعْرُ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian memerangi suatu kaum yang wajahnya seperti perisai dan kiamat tidak akan tiba sebelum kalian memerangi suatu kaum yang sandalnya terbuat dari bulu عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ مَاتَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ. وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ. وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ! لَتُنْفَقَنَّ كُنُوْزُهُمَا فِي سَبِيْلِ اللهِ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Kisra (Raja Persia) telah meninggal maka tiada lagi Kisra setelahnya. Apabila seorang Kaisar (Raja Romawi) meninggal, maka tiada lagi kaisar setelahnya. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasanNya, sesungguhnya perbendaharaan keduanya akan dibelanjakan (diinfaqkan) di jalan Allah. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلُ الْمُسْلِمُوْنَ الْيَهُوْدَ. فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ. حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُوْدُ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ. فَيَقُوْلُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَاللهِ! هَذَا يَهُوْدِي خَلْفِي. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدُ. فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُوْدِ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لَتُقَاتِلَنَّ الْيَهُوْدَ. فَلَنُقَتِّلَنَّهُمْ حَتىَّ يَقُوْلَ الْحَجَرُ: يَا مُسْلِمُ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia! عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ. كُلُّهُمْ يَزْعَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah

Pembunuh dan Yang Terbunuh Masuk Neraka

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِي النَّارِ. قَالَ: فَقُلْتُ، أَوْ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! هَذَا الْقَاتِلُ. فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلُ؟ قَالَ: إِنَّهُ قَدْ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ Hadits riwayat Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya.

Dajjal , Ya’juj Ma’juj dan Turunnya Nabi Isa sebelum kiamat

Hadits riwayat Nawas bin Sam’an Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menyebut hal dajjal....